Kamis, 30 Januari 2014
BANDAR LAMPUNG – Sebagai daerah yang majemuk, dengan latar belakang
penduduk yang berbeda-beda, baik dari segi budaya, agama maupun bahasa
membuat Propinsi Sumatera khususnya Lampung rawan terjadinya gesekan dan
konflik.
Mengantisipasi hal tersebut, Indonesia Future
Leaders (IFL) Lampung disuport IBI Darmajaya mengadakan Sumatera Peace
Summit, kemarin (17/1). Berlangsung di aula gedung Pascasarjana IBI
Darmajaya, kegiatan ini diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa
se-Indonesia dengan tujuan untuk membangun prejudice-free zone di
Sumatera.
Ketua projek kegiatan ini, Hetty S. Samosir
mengatakan ada empat kegiatan utama pada Sumatera Peace Summit, yaitu
konferensi peace and conflict resolution, poster making competition,
essay writing competition dan roadshow ke sekolah-sekolah padalaman.
“Melalui
kegiatan ini, kami ingin menyebarkan semangat perdamaian dan toleransi
kepada seluruh masyarakat di Sumatera, yang akan kami mulai dengan
pemuda-pemudi dari berbagai sekolah dan universitas di Sumatera.”
katanya.
Kegiatan ini, kata dia, juga untuk mempromosikan toleransi dan
meningkatkan semangat Bhineka Tunggal Ika untuk beberapa alasan untuk
menginspirasi generasi muda dan masyarakat akan pentingnya kerja sama
dan berbagi antar satu sama lain.
“Kami harap Sumatera Peace
Summit dapat meningkatkan pemahaman pemuda khususnya di Sumatera tentang
penyebab konflik yang terjadi di masyarakat, dan penyelesaian konflik,
serta ada jaringan baru yang akan bekerja untuk program Sumatera Peace
Summit di masa depan.” Ucap Hetty.
Kegiatan Sumatera Peace
Summit diisi dengan dialog yang dibawakan oleh Mikel Aguirre Indiaquez
dari UNISCO yang mengusung tema “building oeace in the minds of men and
women”. Pada kesempatan tersebut, Mikel menuturkan upaya membangun
perdamaian bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi
tanggung jawab semua masyarakatnya.
Terlebih, kata dia,
Indonesia adalah negara yang majemuk dengan latar belakang penduduknya
dan kekayaan budaya yang berbeda-beda. “But peace is not just the
responsibility of government, but as of the younger generation, you
should all be taking part in the process of achieving that goal.”
paparnya.
Sementara itu Rektor IBI Darmajaya, DR.Andi
Desfiandi, S.E.,M.A mengatakan kegiatan Sumatera Peace Summit sangat
bermanfaat dalam menumbuhkan semangat toleransi dan perdamaian di
Sumatera dan Lampung pada khususnya.
“Kami percaya bahwa
pemuda harus mendapat kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensi
diri, selaku generasi penerus Indonesia untuk mempelajari toleransi
dan penyelesaian konflik di tengah lingkungan Sumatera yang majemuk,
khususnya di Lampung” ujar
BANDAR LAMPUNG – Bermula dari hoby mengutak-atik komputer dan
perangkat elektronika, Ranggasena Tranggana, mahasiswa Informatics And
Business Institute (IBI) Darmajaya kini berhasil menciptakan software
dan hardware antrian bank yang dapat dioperasikan lebih mudah dan
praktis dibandingkan alat antrian bank pada umumnya. Perangkatnya yang
sederhana, alat ciptaan Rangga ini juga jauh lebih terjangkau dengan
harga pasaran hanya Rp.2.500.000 per unit.
Rangga, demikian
sapaan akrabnya, menjelaskan terciptanya software dan hardware antrian
bank bermula dari perhatiannya terhadap perangkat antrian bank yang dia
nilai tidak praktis dan cenderung beresiko. Ini karena alat antrian di
bank pada umumnya masih terintegrasi dengan seluruh system yang ada.
“Jika
kita perhatikan, kenapa alat antrian di bank berukuran cukup besar
karena dibawahnya terdapat komputer yang terkoneksi dengan semua system
pengoperasian di bank tersebut. Nah jika alat antrian mengalami
gangguan, otomatis server yang lainnya juga akan terganggu. Itu kenapa
saya sebut tidak praktis dan beresiko” jelas Rangga yang mengambil
jurusan Sistem Komputer di IBI Darmajaya ini.
Dia menambahkan, berbeda dengan alat antrian bank konvensional, alat
ciptaannya dibuat terpisah tanpa memerlukan koneksi pada server lain.
Dengan ini pengoperasian antrian bank cukup menggunakan satu komputer,
sehingga tidak akan mengganggu proses dan sistem lainnya yang ada di
bank tersebut. “Untuk pengoperasiannya, kami menggunakan mikrokontoler
arduino uno, dapat digunakan 4-6 teller dan 4-6 costumer servis”katanya.
Selama proses pembuatan alat antrian bank ini, diakui Rangga,
dia mendapat pendampingan dan pengarahan dari dosennya yakni Dodi Yudo
Setyawan, S.Si., M.Ti., Setelah dua bulan, dia akhirnya berhasil
merampungkan karyanya untuk kemudian di uji cobakan. Tak hanya sekedar
menciptakan, Rangga juga berupaya mengenalkan karyanya ke khalayak
umum. Promosi dilakukan melalui media penjualan online, web dan
menjalin kerjasama-kerjasama dengan relasi yang ia kenal.
“Sejauh
ini produksi yang dilakukan baru sebatas menerima pesanan, belum
diproduksi secara missal karena memang butuh proses. Namun kedepan
mudah-mudahan alat ini bisa dipasarkan lebih luas lagi. Memang ada
beberapa tantangan yang harus dihadapi, namun saya optimis alat ini bisa
diterima dipasaran” ujar Rangga yang bercita-cita memiliki perusahaan
hardware ini.
Prestasinya Ranggasena dibidang IT ini
mendapatkan apresiasi dari Wakil Ketua Bidang Akademik dan Riset IBI
Darmajaya, Drs. Envermy Vem,. M.Sc. Menurutnya selama ini IBI Darmajaya
mendukung proses kreativitas mahasiswa untuk lebih optimal sesuai
dengan skill dan bakat mahasiswa.
“Dalam mengembangkan
penelitian di kalangan mahasiswa, kami juga sudah menyiapkan
dosen-dosen yang berkompeten dibidangnya untuk mendampingi mereka. Dan
sudah banyak hasil penelitian baik dalam bentuk produk dan riset, yang
dihasilkan mahasiswa. Nantinya karya tersebut bisa menjadi data base
kami yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi mahasiswa lainnya”
kata dia.(*)
BANDAR LAMPUNG – Menjadi seorang duta atau putra putri kampus tidak
hanya sebatas mengandalkan kecantikan dan kemolekan tubuh, tetapi juga
harus diimbangi dengan kecerdasan, kepribadian dan kemampuan diri.
Pesan
ini disampaikan oleh Runner Up Putri Pariwisata Indonesia 2013 Tribuana
Ardhia Garini, dalam acara audiensi finalis Putra Puti Minat Bakat
(PPMB) IBI Darmajaya dengan Ikatan Muli Mekhanai Lampung (IMMEL), Sabtu
(4/1).
Dihadapan 10 pasangan finalis PPMB Darmajaya, Ardhia
yang juga terpilih sebagai Runner Up Muli Mekhanai Propinsi Lampung ini
menuturkan, penampilan atau menjadi cantik dan tampan memang sangat
penting, tetapi juga harus diimbangi dengan kualitas kepribadian yang
baik dan kemampuan yang mumpuni.
“Menjadi duta tidak
semata-mata karena kita cantik, putih dan tinggi, tapi juga harus punya
kepribadian yang baik. Dan inilah yang paling penting. Kecantikan yang
tidak diimbangi dengan kepribadian dan kemampuan, maka hanya akan
menghasilkan kecantikan yang semu” ungkapnya.
Mantan Muli Kabupaten Tulang Bawang ini. juga menekankan kepada calon
duta Darmajaya agar senantiasa menanamkan kebaikan dengan landasan
yang tulus dan keikhlasas. “Jangan baik karena ada sesuatu, hanya
karena Anda sedang ikut kompetisi calon duta, tetapi berbuat baiklah
karena itu panggilan jiwa Anda” tegas Ardhia.
Selain mendapat
motivasi dari Putri Pariwisata Indonesia 2013, para finalis juga
mendapatkan pengarahan dari Runner Up Miss Coffe Lampung 2013, Titi
Agoestine. Menurutnya modal utama yang harus dimiliki para peserta
dalam berkompetisi menjadi duta adalah rasa percaya diri. Ini, tegas
Titi, penting karena dalam setiap kompetisi dibutuhkan keberanian untuk
tampil.
“Namun dibalik rasa percaya diri itu, satu hal
penting yang tak boleh terlewatkan adalah jadilah diri sendiri. Kita
dengan segala kekurangan dan kelebihannya, inilah kita. Kita tidak akan
pernah bisa menjadi orang lain” pesan mantan Muli Tanggamus 2010
tersebut.
Dalam berkarya, lanjut Titi yang pernah terpilih
menjadi Duta Museum Lampung 2013 ini juga menghimbau kepada para peserta
untuk berani berkompetisi ke tingkat yang lebih tinggi dan berkarya
didalamnya.
“Jangan hanya berhenti sampai disini. Kejarlah
apa yang Anda bisa kejar di level selanjutnya, dan lakukan apa yang
ingin Anda lakukan. Karena itu bisa menjadi kesempatan kita untuk
mengembangkan diri menjadi lebih baik” ujar nya.
Sementara itu
Koordinator pelaksana PPMB, Redly Hermanto mengatakan kegiatan ini
menjadi salah satu rangkaian pemilihan PPMB tahun 2013-2014. Puncak
pemilihan finalis PPMB, dikatakan Redyl, rencananya akan dilaksanakan
pada 10 Januari 2014. “Dari 10 finalis selanjutnya akan diambil 5 besar
yang nantinya bersaing dalam final pemilihan PPMB 2013-2014.” Jelas
Redly disela-sela acara.
Dia berharap para finalis yang nanti
terpilih bisa berkarya dan memberikan kontribusi yang lebih baik dari
putra putri PPMB tahun-tahun yang sebelumnya. Mampu berperan di
masyarakat dan bisa memberikan contoh yang baik bagi seluruh mahasiswa
Darmajaya pada umumnya.
Terpisah, Kepala Biro Kemahasiswaan
dan Pemasaran, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M, menjelaskan PPMB merupakan
program IBI Darmajaya untuk memilih putra putri terbaik yang nantinya
berperan sebagai duta kampus Darmajaya. “Mereka yang nantinya ikut
membantu mengenalkan Darmajaya, wakil delegasi dengan pihak eksternal
dan turut bagian dalam protokoler”ujar Muprihan.
Sementara itu
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan Sumber Daya IBI
Darmajaya IBI Darmajaya, Novita Sari, S.Sos., M.M., berharap ajang PPMB
bisa menjadi rangsangan bagi mahasiswa dalam mengembangkan minat dan
bakatnya. “Diajang ini kreativitas, wawasan dan keterampilan mahasiswa
di uji. Untuk itu diharapkan minat dan bakat mahasiswa bisa diasah
lagi”pungkasnya. (*)
BANDAR LAMPUNG – Untuk memudahkan mahasiswa dalam menyelesaikan
skripsi dan tugas akhir, Informatics and Business Institute (IBI)
Darmajaya mencoba berinovasi dengan mengembangkan sistem informasi
skripsi dan tugas akhir yang kemudian disingkat dengan ‘SISKA’. Melalui
program ini, mahasiswa bisa menjalani bimbingan skripsi dan tugas akhir
dengan online.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset IBI
Darmajaya, Drs. Envermy Vem,. M.Sc., menjelaskan penerapan sistem
informasi untuk bimbingan skripsi dan tugas akhir dimaksudkan untuk
efisiensi proses bimbingan skripsi mahasiswa.
“Selama ini
mahasiswa yang hendak bimbingan selalu direpotkan untuk mencari dosen
pembimbing. Tak sedikit pula dari mereka yang kesulitan menemui dosen
pembimbingnya, mereka harus membuat janji, menunggu dan bolak-balik
melakukan revisi. Proses yang panjang ini tentunya cukup menyita waktu
bagi mahasiswa maupun dosen” kata Vem, kemarin (23/1).
Dikatakan Vem, penerapan sistem informasi skripsi dan tugas akhir
tercipta untuk memangkas birokrasi panjang tersebut, sehingga lebih
simple dan efisien. “Dengan program SISKA mahasiswa tak perlu lagi
menemui dosen, cukup mengunduh skripsi mereka yang akan langsung
diterima dosen dan direvisi, untuk kemudian diperbaiki mahasiswa lagi
sampai ACC sidang” urainya.
Selain efisiensi proses bimbingan,
lanjut Vem, inovasi tersebut dilakukan IBI Darmajaya untuk
memaksimalkan penggunaan information Technology (IT) di kampus sehingga
memudahkan semua proses kegiatan belajar dan pelayanan terhadap
mahasiswa. “Semua berbasis IT, mulai dari pelayanan administratif
mahasiswa, proses study, pengumuman informasi hingga proses tugas
akhir” ujarnya.
Dia menambahkan penerapan IT dalam setiap
proses study di Darmajaya sejalan dengan filosofi kampus tersebut untuk
menciptakan lulusan-lulusan yang berkualitas, yakni membentuk mahasiswa
IT yang memahami enterpreneur atau sebaliknya menciptakan
entrepreneur yang memahami IT.
Sementara itu pembuat program
SISKA, Arman Suryadikari, S.Kom., M.Ti., memaparkan semua proses
skripsi mulai dari pengajuan judul, ACC, revisi, hingga pengumuman
sidang bisa dilakukan melalui program SISKA. Mahasiswa cukup
meng-Upload bahan skripsi yang akan diajukan dengan format PDF, lalu
diterima dosen untuk diperiksa, jika ada revisi maka dosen membuat
catatan revisi kemudian di Upload untuk diperbaiki oleh mahasiswa.
“Terdapat
data menu untuk masing-masing yang harus di klik mahasiswa dan dosen.
SISKA memiliki fasilitas statistik untuk merekam jejak proses bimbingan
yang berlangsung, mulai dari pengajuan judul, bimbingan, pengumuman
sidang, bahkan berapa kali mahasiswa tersebut melakukan bimbingan,
semua terekam dalam SISKA” papar Arman dalam sosialiasi program SISKA
ke dosen IBI Darmajaya di laboratorium IAC.
Dia berharap
program ini akan memudahkan dosen maupun mahasiswa dalam menyelesaikan
skripsi dan tugas akhir. Masing-masing dosen maupun mahasiswa juga
diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan rencana penerapan SISKA di
IBI Darmjaya.
Pendaftaran Program Lampung Mengajar Dimulai Februari 2014.
Mulai bulan Februari 2014, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung akan
membuka pendaftaran bagi tenaga pendidik yang ingin mengikuti program
Lampung Mengajar.
"Hanya saja untuk tanggal belum pasti, karena sedang dirapatkan. Tapi nantinya akan diumumkan di media massa," kata Tauhidi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. (Tribun Lampung, 30 Januari 2014)
Nantinya, mereka yang diterima di program Lampung Mengajar ini, akan ditempatkan di unit pendidikan di daerah terpencil kepulauan Kelumbaian di Tanggamus, Pulau Pahawang di Pesawaran, Pulau Pisang di Pesisir Barat, Pulau Sebesi di Lampung Selatan dan Suwoh di Lampung Barat.
Untuk penerimaan kali ini, dibutuhkan sebanyak 40 orang tenaga pengajar dengan insentif sebesar Rp 1,5 juta per bulannya.
Minat?
Sabtu, 25 Januari 2014
Kita bisa gunakan 2 tools ini :
1 . https://www.google.com/webmasters/tools/submit-url
2. http://www.bing.com/toolbox/submiturl
dan kita juga harus wajib membuat akun di google webmaster dan mendaftarkan website kita. berikut ini penjelasanya.
Bagaimana cara nya agar web atau blog kita cepat terindex di google ?mungkin bagi anda yang paham, hal ini sangat mudah , tapi bagi yang belum tahu ? wekeke
